Aliman Sori
Aliman Sori
Bagikan Artikel

Belajar, menuntut ilmu dan ke lapangan, bagi Alirman Sori, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dari wilayah pemilihan Sumatera Barat, seperti tak mengenal waktu, tak memilih tempat dan tak terhalang situasi.

Tak terhalang waktu misalnya. Sebagai senator, Alirman Sori yang akrab dipanggil Also, lumayan sibuk dan jadwalnya sangat padat mengunjungi konstituennya. Selama pandemi pada 2020, enam bulan lamanya ayah enam anak dan suami Nira ini, bolak-balik Jakarta ke Sumbar.

Dua bulan terakhir 2021, dengan kendaraan mobil, kegiatan anggota DPD dua periode (2009-2014 dan 2019-2024) semakin padat. Tidak hanya ke Sumatera, anak ketiga dari lima bersaudara, lahir di Gurun Panjang Pesisir Selatan, 14 Mei 1969, anak pasangan Nurman (almarhum) dan Hajjah Sarilan, keliling ke banyak kota di Pulau Jawa dan pelosok Tanah Air.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (1999-2004) dan Ketua DPRD Pessel periode 2004-2009 ini tak memilih tempat untuk dikunjungi dan didatangi. Hampir seluruh wilayah Indonesia sudah dikunjungi Also.

Untuk mancanegara, penggemar tenis, jogging, menembak, membaca dan menyanyi ini sudah berkelana ke puluhan kota dan negara di Amerika Serikat, Eropa, Asia dan Australia.
Dibidang organisasi, mantan Anggota Lembaga Pengkajian MPR-RI (2015-2019) yang mengikuti beragam organisasi politik dan masyarakat, tak pernah bosan mengikuti ratusan pendidikan, pelatihan dan workshop.

Also pernah mengikuti Lemhannas FKPPD (2007) dan ESQ Leadership Training (2009). Semasa sekolah, setamat SMA, Alirman mengikuti program D3 Manajemen Informatika. Kemudian S1 dibidang ilmu hukum dilahapnya, berlanjut S2 Hukum Tata Negara dan S2 Manajemen diselesaikan sekaligus. Terakhir doktoral (S3) Hukum Tata Negara.

Kini, ditengah kesibukan yang sangat padat sebagai senator dan kondisi pandemi, Alirman Sori mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas RI, sejak 26 Januari 2021 selama delapan bulan kedepan.

Apa yang dikejar Also ?

“Saya senang membaca, belajar dan ke lapangan. Alam Takambang jadi guru. Jadi begitu dapat kesempatan belajar dan kelapangan, saya akan ambil. Hidup ini sesungguhnya adalah ikhtiar dan doa,” ujar anak petani dari Pesisir Selatan Sumbar, yang mengaku ayah dan ibunya sangat berpengaruh dalam kehidupannya.

Obsesi Alirman tak muluk-muluk, berusaha menjadi orang berguna untuk orang lain dan sangat bahagia jika bisa menolong untuk sesama. I


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here