Industri Kuat Tidak Hanya Hasilkan Keuntungan

Industri yang kuat bukan hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga membuka harapan dan masa depan negara.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan hal tersebut usai mengunjungi Kota Shenzhen di Tiongkok yang semula adalah wilayah yang tidak berkembang menjadi salah satu pusat industri dan manufaktur paling maju di dunia.

“Dari Bandara Shenzhen, saya melihat langsung bagaimana sebuah kota kecil bisa berubah menjadi pusat industri dunia. Shenzhen dulu hanyalah kawasan ekonomi khusus yang dibangun saat Tiongkok mulai mengejar industrialisasi,” katanya.

Kota Shenzhen berkembang dari desa nelayan menjadi basis industri teknologi tinggi global dan sering dijuluki sebagai Silicon Valley Tiongkok, yang juga berbatasan dengan Hong Kong, Wilayah Administratif Khusus di Tiongkok.

Menurut Wamenperin Riza, Kota Shenzhen menjelma menjadi simbol kemajuan teknologi, manufaktur dan inovasi global. “Di Indonesia, hampir sama ada satu kota namanya Batam.”

Dia menuturkan bahwa Kota Batam diproyeksikan menjadi pusat manufaktur semikonduktor nasional melalui hilirisasi pasir silica, salah satu sektor industri yang berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.

Data yang terhimpun menyebutkan, Indonesia dan Amerika Serikat resmi memulai kerja sama strategis pembangunan ekosistem chip di kawasan Galang, yang berpotensi menyerap ribuan lapangan kerja terampil.

Selain itu, lokasi Batam yang berdekatan dengan jalur pelayaran internasional dan berstatus kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) menjadi daya tarik utama bagi produsen teknologi global.

Menurut Wamenperin Riza, Batam di Indonesia akan menjadi Singapura yang kedua dan berkembang menjadi kota yang maju, sedangkan Tiongkok menjadi negara manufaktur terbesar dan Indonesia dalam proses mengejar.

“Satu lagi yang menjadi rasa penasaran saya dan belum banyak kita kembangkann adalah sektor semikonduktor. Tiongkok waktu itu sangat tertinggal jika dibandingkan dengan Korea Selatan, apalagi dengan Jepang yang sudah advance sebelumnya,” katanya.

Baca Juga:  Tren Investasi Manufaktur Terus Naik di Dekade Terakhir

Namun, lanjut Wamenperin Riza, dengan kecepatan yang luar biasa Tiongkok sudah bisa melampaui Korea Selatan dan sudah mengejar Jepang, bahkan di beberapa produk sudah mengalahkan Jepang, misalnya di bidang elektronik.

“Semikonduktor adalah satu produk yang khusus diciptakan untuk menjadi otak dari semua industri elektronika dan industri manufaktur di dunia, termasuk industri persenjataan dan industri untuk perjalanan ke luar angkasa,” tuturnya.

Maka dari itu, Wamenperin Riza menilai, Indonesia tidak ingin ketinggalan, ingin masuk ke dalam bagian dari rantai panjang sektor industri semikonduktor.

“Kita sedang berupaya untuk melakukan kerja sama, termasuk dengan Tiongkok yang sudah membuka ruangnya tukar menukar teknologi di bidang semikonduktor,” ujarnya.

Dia berharap mudah – mudahan dalam waktu dekat setelah melakukan tandatangan dengan Inggris, lalu kerja sama dengan Amerika Serikat, kerja sama dengan Jepang, kemudian kita kerja sama di bidang industri semikonduktor dengan pemerintah negara Tiongkok dan pelaku industri Tiongkok.

Saat ini, Wamenperin Riza menambahkan, sektor teknologi informasi, kesehatan, pendidikan, industri alat berat maupun industri yang berkaitan dengan teknologi membutuhkan industri semikonduktor.

“Saya beberapa kali bertemu dengan jajaran Pemerintah Tiongkok dalam forum kerja sama bilateral maupun dalam forum BRICS, yang juga mencakup negara – negara berkembang, seperti Indonesia untuk mendatangkan investor ke tanah air,” jelasnya.

Forum BRICS (Brasil, Rusia, India, China (Tiongkok) dan Afrika Selatan), yang merupakan aliansi geopolitik dan ekonomi, kini juga mencakup negara – negara berkembang di antaranya Indonesia.

“Dalam BRIC, negara berkembang menjadi negara industri, lalu tukar menukar teknologi dan kerja sama investasi. Ini kesempatan bagi Indonesia untuk menjadi negara maju mengejar negara – negara yg sudah lebih dahulu maju,” ujarnya. I

Baca Juga:  PNBP SDA Perikanan Jadi Jawaban Keadilan Berusaha

 

 

Kirim Komentar