INDONESIA DAN CHINA CARI PELUANG KERJA SAMA SEKTOR PAREKRAF

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (China) Djauhari Oratmangun. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Pemerintah Indonesia mencari peluang kerja sama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dengan negara China.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, peluang kerja sama itu meliputi sharing best practice yang dilakukan kedua negara dalam menangani pandemi Covid-19.

Selain itu, dia menambahkan, pembahasan tentang sharing potensial investor untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di lima Destinasi Super Prioritas (DSP) dan di delapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia, serta meningkatkan kehadiran restoran Indonesia di Beijing, China.

Menparekrf Sandiaga melakukan pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (China) Djauhari Oratmangun, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (28/3/2022).

“Nanti kita coba petakan dengan jajaran di Kemenparekraf untuk langkah-langkah yang bisa dilakukan supaya sebelum mereka membuka, kita melakukan antisipasi dengan kegiatan promosi, aktivasi, dan dari segi kegiatan investasi,” kata Sandiaga.

Seperti diketahui, China sedang memberlakukan kebijakan Zero Covid-19 Policy untuk mengatasi pandemi di negaranya.

Masyarakat China belum dapat melakukan perjalanan wisata ke luar negeri, karena pintu perbatasan mereka belum dibuka.

Selain itu, Sandiaga menginisiasi kerja sama berupa joint promosi dalam Bahasa Mandarin, sehingga tidak hanya berkenaan dengan ucapan selamat tahun baru Imlek, tapi juga materi promosi pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya.

“Saya sangat senang sekali melakukan promosi dengan menggunakan Bahasa Mandarin, karena menurut saya ini merupakan strategi  pemasaran yang paling efektif  untuk menjangkau mereka (wisatawan China),” jelasnya.

Menparekraf juga mendorong Duta Besar Indonesia untuk China agar dapat ikut mendukung tercapainya segmentasi wisatawan yang lebih mengarah ke quality tourism dan pariwisata keberlanjutan.

“Pandemi pastinya telah merubah perilaku wisatawan, mereka benar-benar mencari destinasi wisata yang aman dan nyaman. Saya banyak berharap, melalui kerja sama ini bisa ke arah ecotourism, desa wisata, hingga wisata bahari karena mereka suka sekali,” tuturnya.

Menparekraf juga meminta dukungan Pemerintah China dalam menyukseskan kegiatan internasional World Tourism Day 2022 dan juga G20, karena tahun ini Indonesia sebagai tuan rumah.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun menyampaikan terima kasih, karena sudah diundang untuk membahas potensi yang bisa dikolaborasikan.

Dia juga sepakat dengan Menparekraf bahwa bukan hanya jumlah yang menjadi fokus kerja sama kita tapi kualitas dari pada wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

“Pak Menteri terima kasih,  saya senang sekali hadir di sini, mudah-mudahan dengan kolaborasi dan kerja sama, kita bisa mempromosikan tourism economy dan industri kreatif Indonesia di Tiongkok,” ungkapnya. I

 

Kirim Komentar

Bagikan Artikel