KEMENPAREKRAF DORONG DESA WISATA DEMI BANGKITKAN EKONOMI

Desa Wisata Keciput, Belitung. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong agar desa-desa ikut serta dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 demi mendorong kebangkitan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, pariwisata ini tidak hanya untuk masyarakat menengah ke atas, tapi juga untuk menengah ke bawah.

“Pengembangan desa wisata ini adalah program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu, serta adil dalam mendistribusikan sektor ini sebagai kebangkitan ekonomi kita,” ujarnya saat Sosialisasi ADWI 2022 di Desa Keciput, Sabtu (26/2/2022).

Menparekraf didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu, Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf Indra Ni Tua, dan Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Hariyanto.

Menurut Sandiaga, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus menjadi sektor yang berkeadilan.

Untuk itu, lanjutnya, desa yang berjarak 21,4 km dari Kota Tanjung Pandan ini dapat dikembangkan, karena memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang kaya.

Potensi itu di antaranya Pantai Tanjung Kelayang, paket wisata water sport, melepas tukik, batik Belitung, madu trigona, berbagai olahan ikan, dan kriya berupa anyaman tas, serta karpet.

“Jadi masyarakat desa juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan tambahan penghasilan. Bukan hanya hotel-hotel besar yang perlu kita datangkan wisatawannya, tapi juga desa wisata yang akan menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi kita dan pembukaan lapangan kerja,” jelasnya.

Sandiaga menuturkan ada tujuh kategori penilaian dalam ajang ADWI 2022 ini. Kategori itu adalah daya tarik pengunjung atau atraksi, homestay, souvenir, toilet umum, Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CSHE), digitalisasi dan konten kreatif, serta aspek kelembagaan desa wisata.

Ketujuh aspek ini telah dipenuhi oleh Desa Keciput, sehingga Sandiaga mengajak pengelola desa wisata di Desa Keciput dan para pengelola dari 68 desa wisata lainnya di Bangka Belitung untuk ikut berpartisipasi dalam ajang ADWI 2022 yang menargetkan jumlah peserta sebanyak 3.000 desa wisata.

“Daftarkan segera desamu di jadesta.kemenparekraf.go.id sampai 31 Maret 2022. Wujudkan desa wisata berkelas dunia, berdaya saing global, dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit,” ungkap Sandiaga. I

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here