KEMENPAREKRAF PETAKAN POTENSI LOMBOK TENGAH

Ekonomi kreatif di Lombok Tengah. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melalui Direktorat Infrastruktur Ekonomi Kreatif memetakan potensi dan mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif yang unggul di Lombok Tengah.

Pemetaan itu melalui program Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

Program tersebut telah dilakukan sejak tahun 2016 dan Kabupaten Lombok Tengah menjadi kabupaten/kota ke-61 yang telah mengikuti Uji Petik PMK3I.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Selliane Halia Ishak menyatakan, PMK3I ini bertujuan untuk mengetahui dan menetapkan subsektor ekraf yang dapat menjadi unggulan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lombok Tengah, yang merupakan salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) Tanah Air.

“Jadi, subsektor ekonomi kreatif unggulan tersebut dapat berkembang dan dapat berkolaborasi dengan subsektor potensial lainnya untuk menciptakan ekosistem ekraf yang kondusif,” katanya dalam sambutan saat Penandatanganan Berita Acara Hasil Uji Petik PMK3I di Kantor Bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (29/4/2021).

Adapun proses kegiatan tersebut melalui uji lapangan, dan forum group discussion yang melibatkan empat pemangku kepentingan kreatif, yang terdiri akademisi, pebisnis, komunitas kreatif, serta pemerintah daerah.

Hasil dari Uji Petik PMK3I yakni subsektor kriya terpilih sebagai subsektor unggulan dari Kabupaten Lombok Tengah, karena produk kreatif tenun ini tidak hanya terkenal di pasar nasional saja, bahkan di kancah internasional.

Selain itu, juga ada gerabah, batik, serta anyaman, perak, dan furniture. Kemudian, subsektor seni pertunjukkan dan kuliner menjadi subsektor potensial.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, menyampaikan terima kasih atas insiasi Kemenparekraf/Baprekraf yang telah melakukan pemetaan potensi terhadap subsektor ekraf di Lombok Tengah.

“Semoga ini dapat menjadi motivasi serta cerminan bagi pelaku ekraf di Lombok Tengah untuk dapat menghasilkan produk kreatif yang berkualitas dan unggul. Jadi, tidak hanya berdampak positif bagi perkembangan ekonomi, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat kita,” tutur Lalu Pathul. I

 

Kirim Komentar

Bagikan Artikel