Bambang Pramusinto, GM Hotel Kyriad Muraya, Aceh. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Pelaksanaan kebijakan program Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 9 Februari 2021, kemudian diperpanjang lagi, ‘membunuh’ sektor pariwisata di Provinsi Aceh.

Namun, setelah berjalan selama satu bulan, bagi pelaku usaha pariwisata dan masyarakat Aceh tidak bisa berdiam diri.

General Manager Hotel Kyriad Muraya Aceh Bambang Pramusinto menyatakan bahwa pada Maret 2021, semua kegiatan di Provinsi Aceh bergerak, mulai dari kegiatan seni dan budaya, olah raga, hingga diskusi atau seminar kembali diselenggarakan.

“Langkah preventif untuk mencegah Covid-19 harus dari kita sendiri, tidak mudah untuk mengajak masyarakat Aceh,” tuturnya.

Menurut pria kelahiran 10 Desember ini, saat program dan anggaran pemerintah sudah ada dan siap berkegiatan, maka masyarakat Aceh kembali beraktivitas.

Dengan adanya program sosialisasi bahaya Covid 19, pembagian masal masker serta operasi terpadu bagi masyarakat, kesadaran masyarakat Aceh memakai masker terus meningkat.

Bambang yang juga Un Official General Manager Area Aceh untuk Hotel Parkside Granada Aceh (beroperasi kuartal keempat 2021) dan Hotel Parkside Leuser Kutacane ini menilai itulah lifestyle masyarakat Aceh.

“Gaya hidup atau lifestyle orang Aceh katanya lebih memiliki imun dibandingkan dengan orang dari daerah lain. Ada juga dukungan temperatur di Aceh yang panas, makanan setempat banyak dari rempah-rempah yang menghangatkan tubuh, minuman kopi dipercaya menyehatkan tubuh,” papar Bambang.

Saat pandemi Covid-19, bagi penggemar bersepeda, memasak, dan bernyanyi ini, keberadaan Hotel Kyriad Muraya Aceh sangat diperlukan oleh masyarakat, karena menjadi pilot project di tingkat Provinsi Aceh dalam pelaksanaan protokol kesehatan.

“Kami sejak Maret 2020 sudah menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Bahkan, Hotel Kyriad Muraya Aceh pada April 2020 terpilih sebagai “Hotel Tangguh Covid-19” oleh Polda Aceh, karena satu-satunya hotel yang memiliki kerja sama dengan RS Zainal Abidin Aceh,” ungkap Bambang.

Jadi, dia menjelaskan bahwa pihak hotel menerima orang yang akan melakukan isolasi mandiri, tapi saat tamu hotel diketahui positif Covid-19, maka langsung dibawa ke RS Zainal Abidin Aceh.

“Sampai dengan saat ini, program ini masih berjalan, terutama untuk paket Isolasi Mandiri. Jadi bagi masyarakat yang baru tiba dari luar Kota Aceh bisa melakukan isolasi mandiri di Hotel Kyriad Muraya, dengan bekerja seperti biasa di dalam hotel,” ujar Bambang. I


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here