MENPAREKRAF DAN DUBES RI UNTUK LAOS BAHAS PELUANG KERJA SAMA

Pertemuan Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dan Duta Besar Indonesia untuk Republik Demokratik Rakyat Laos R. P. Pratito Soeharyo. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan Duta Besar Indonesia untuk Republik Demokratik Rakyat Laos R. P. Pratito Soeharyo bertemu untuk membahas potensi kerja sama pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pembahasan peluang kerja sama tersebut meliputi sharing best practice yang dilakukan kedua negara dalam menangani pandemi Covid-19 hingga pengembangan paket wisata Indonesia-Laos.

Menurut Sandiaga, kondisi geografis Laos yang tidak memiliki pantai merupakan peluang besar bagi Indonesia yang memiliki garis pantai yang sangat panjang ditunjang paket wisata yang bisa lebih ekonomis jikaa dibandingkan dengan paket wisata pantai di Thailand.

“Ini bisa jadi prospek yang cerah untuk dapat dikembangkan dalam kerja sama paket wisata di kedua negara Indonesia dan Laos,” ujarnya usai pertemuan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Selain itu, Sandiaga menambahkan, orang Laos biasanya bepergian dalam keluarga, karena keluarga adalah institusi penting di Laos, sehingga juga bisa dikerjasamakan dengan membuat paket wisata minat khusus.

Kemenparekraf mengungkapkan nota kesepahaman bersama dan kerja sama bidang pariwisata antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Laos terakhir kali ditandatangani oleh Menlu kedua negara pada 26 Juli 1996 di Jakarta.

Jadi, lanjutnya, berharap ada kesepakatan kerja sama terbaru dalam waktu dekat ini untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Mudah-mudahan kerja sama Indonesia dengan Laos akan lebih baik. Laos ini bagian dari ASEAN yang punya potensi yang bisa dikembangkan dan lebih baik ke depannya,” jelas Sandiaga.

Menparekraf menuturkan, hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Laos pada tahun ini sudah berlangsung selama 65 tahun.

Dia berharap untuk memperingati 65 tahun hubungan diplomatik tersebut dapat membuat satu kesepakatan kerja sama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Nanti kita buat acara online saja dulu untuk memperingati 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Laos. Jadi, pada acara tersebut kita juga ada tindak lanjut MoU,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf meminta dukungan Pemerintah Laos dalam menyukseskan kegiatan internasional, yakni World Tourism Day 2022, keketuaan Indonesia pada ASEAN Tourism Forum 2022-2023, dan G20, karena tahun ini Indonesia sebagai tuan rumah.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Demokratik Rakyat Laos R. P. Pratito Soeharyo menyampaikan terima kasih, karena sudah diundang untuk membahas potensi yang bisa dikolaborasikan.

“Laos itu kurang dikenal oleh orang Indonesia. Begitu juga Indonesia kurang dikenal oleh orang Laos. Jadi saya berharap di tahun ke-65 hubungan diplomatik ini, ada sesuatu yang bisa ditandatangani,” ungkapnya.

Pratito menyatakan, salah satu yang bisa dikerjasamakan adalah paket wisata antara Luang Prabang dan Bali.

“Jadi, Luang Prabang ini Balinya Laos. Lokasinya di perbatasan dengan China, dekat dengan segitiga emas. Kalau bisa ada penerbangan langsung, jadi kita bisa tarik turis-turis dari China untuk terbang langsung ke Bali,” tuturnya. I

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here