Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jendral TNI Doni Monardo (baju oranye) mengunjungi posko pengungsian di Lewoleba, NTT, Selasa (6/4/2021). Foto: BNPB.
Bagikan Artikel

Bencana cuaca ekstrem di beberapa wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sejumlah kerugian harta benda.

Terdata total sebanyak 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat (RB), 118 unit rumah rusak sedang, dan 34 unit rumah rusak ringan, sedangkan fasilitas umum (fasum) 14 unit RB, 1 unit rusak ringan, dan 84 unit lain terdampak.

Rincian kerusakan sektor pemukiman terdampak di Kota Kupang di antaranya sebanyak 657 unit rumah terdampak, dan 10 unit rumah rusak sedang. Di Kabupaten Flores Timur ada 97 unit rumah terdampak, dengan rincian 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rumah rusak ringan, dan 8 unit fasum rusak berat.

Di Kabupaten Ngada ada 4 unit rumah rusak berat, 2 unit rumah rusak sedang, dan 1 unit fasum terdampak, demikian juga di Kabupaten Alor ada 21 unit rumah rusak berat, 106 unit rumah rusak sedang, 6 fasum rusak berat, dan 11 fasum terdampak.

Terkait pascakejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota dibantu dengan multipihak masih terus melakukan penanganan darurat bencana, seperti evakuasi, penyelamatan, pelayanan di pengungsian, distribusi logistik, dan pembukaan akses ke wilayah terisolir.

Kementerian dan lembaga dibawah kendali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memberikan dukungan kepada pemerintah daerah terdampak siklon tropis tersebut. I


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here