Taufik Nurhidayat pada saat FamTrip Jurnalis Aceh-Sabang
Bagikan Artikel

Menikmati hidup, sambil berdoa, dan berusaha, menjadi kunci keberhasilan Taufik Nurhidayat di dunia pariwisata. Sebagai insan pariwisata, Taufik selalu berpikir positif. Terlebih, pariwisata menggerakkan semua sendi kehidupan masyarakat.

“Pariwisata harus terus berjalan. Tidak hanya pada bisnis transportasi, bisnis lainnya juga begitu, baik perhotelan, restoran, seni dan budaya hingga ekonomi kreatif UMKM yang keberadaannya menopang keberhasilan sektor pariwisata. Pariwisata itu langsung dirasakan masyarakat, paling cepat dan tepat mengangkat perekonomian masyarakat,” terang pria yang kini dipercaya sebagai Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I.

Pria kelahiran 1965 ini mengatakan, pikiran positif tersebut tumbuh lantaran pariwisata berhubungan dengan pemadangan alam yang indah, makanan yang enak, atraksi yang menarik dan cantik.

“Salah satu kunci untuk menikmati hidup adalah ibadah. Bekerja juga bagian dari ibadah. Apalagi bekerja di bidang pariwisata tidak ada dukanya, yang ada hanya suka saja,” ujar Taufik disela-sela kegiatan Famtrip Media ke Aceh Travel Mart 2021 dan ke Kota Sabang, Pulau Weh, Provinsi Aceh (21-25/03).

Taufik memaparkan, ada empat program pemasaran yang dijalankan Kemenparekraf, yakni dukungan kegiatan, dukungan festival, sales mission serta famtrip media dan ta/to.

Pria yang murah senyum ini juga menjelaskan, saat pandemi Kemenparekraf menggulirkan salah satu program unggulan bernama Big Promo selama bulan Desember 2020. Dalam program ini, pemerintah memberikan insentif berupa voucher kepada konsumen untuk meningkatkan daya beli.

Program ini, lanjutnya, sangat disukai pelaku pariwisata, seperti dari Lombok, Belitung, Malang, dan Solo, karena bisa membangkitkan ekonomi daerah, serta kembali mempekerjakan karyawannya.

Taufik Nurhidayat mulai menapak kariernya di Kementerian Pariwisata sejak tahun 1990. “Saya di Kementerian Pariwisata sudah lama, sekitar tahun 1990. Dahulu namanya Parpostel, terus bergonta-ganti sampai sekarang namanya menjadi Kemenparekraf,” katanya.

Taufik mengawali tugas di Kementerian Pariwisata di Biro Hubungan Masyarakat. Ia pun sempat ditempatkan di Badan Diklat Litbang, sebelum pindah ke Pemasaran sampai sekarang. Untuk Bidang Pemasaran, ia pernah di tempatkan untuk memegang area Asia Timur, Asia Barat, dan Timur Tengah. (*)


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here