BADAN LAYANAN UMUM PARIWISATA SEGERA DIRESMIKAN

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo dalam Peluncuran BLU Expo 2021 di Istora Senayan Jakarta, Selasa (16/11/2021). (Istimewa)
Bagikan Artikel

Sebanyak lima Badan Layanan Umum (BLU) pengelola kawasan telah mengembangkan kawasan ekonomi dengan kemudahan berusaha dan mengelola daerah pariwisata, serta layanan khusus, sekaligus mengoptimalisasi aset negara dan mendukung infrastruktur.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo menjelaskan, salah satu BLU Pariwisata yang rencananya diluncurkan adalah BLU Borobudur dengan menggabungkan konsep konservasi dan pariwisata.

“BLU ini akan menggabungkan sisi konsep konservasi sebagai cagar budaya maupun sisi edukasi serta sisi kepariwisataan dan ekonomi kreatif,” kata Wamenparekraf Angela saat hadir dalam Peluncuran BLU Expo 2021 di Istora Senayan Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Acara tersebut diinisiasi Kementerian Keuangan dan dihadiri para Menteri Kabinet Indonesia Maju, mulai dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Kunjung Masehat.

BLU bertujuan untuk menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mengakselerasi ekonomi Indonesia melalui BLU sebagai agen pemerintah yang sangat diperlukan untuk mendorong pemulihan ekonomi Indonesia di masa adaptasi kebiasaan baru.

Badan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara telah memberikan koridor baru bagi instansi pemerintah yang tugas pokok dan fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk dapat menerapkan pola keuangan yang fleksibel.

Pola keuangan ini menonjolkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas dengan sebutan umum sebagai satuan kerja Badan Layanan Umum (satker BLU).

Hingga saat ini BLU telah berjumlah 252 yang meliputi jenis layanan di bidang kesehatan 107 BLU, pendidikan 106 BLU, pengelola dana 10 BLU, kawasan lima BLU, dan penyedia barang/jasa lainnya 23 BLU.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sambutannya menuturkan, BLU ini sebagai pionir reformasi pelayanan publik, dengan membangun instansi pemerintah yang modern bernuansa customer and outcome oriented yang kuat.

“BLU merupakan agent of development, yang tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan mendukung kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui layanan di bidang kesehatan, pendidikan, pengelolaan dana, pengelolaan aset, dan kawasan,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Menkeu, BLU merupakan kontributor perekonomian dengan mendukung rencana kerja pemerintah dan prioritas nasional. Serta BLU berkontribusi terhadap PDB dan PNBP Nasional.

“BLU sebagai lembaga yang collecting revenue, karena beda dengan pemerintah yang memberikan pelayanan tidak memungut biaya. Di BLU boleh memungut biaya sesuai dengan standar layanannya, sehingga bisa mengumpulkan penerimaan dan oleh karena itu  maka dibentuklah menjadi sebuah BLU,” ungkapnya. I

 


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here