DESA WISATA SILOKEK POTENSIAL DIKEMBANGKAN JADI DESTINASI FAVORIT

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno usai mengunjungi goa yang menjadi saksi sejarah masa penjajahan Belanda dan Jepang di Desa Wisata Silokek, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Rabu (6/7/2022). (kemenparekraf.go.id)
Bagikan Artikel

Desa Wisata Silokek di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat dengan beragam keunikannya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata favorit wisatawan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, dari sisi pemandangan alam, desa ini memiliki struktur permukaan berupa perbukitan serta keragaman geologi yang unik.

“Keragaman geologi yang unik itu adalah terdapat sedimen atau kars yang berusia 350 juta tahun, ada juga batuan beku (granit) berusia 250 juta tahun yang menjadikan kawasan Silokek sebagai kawasan inti Geopark Nasional Ranah

Minang Silokek,” katanya saat Kabupaten Sijunjung, Rabu (6/7/2022).

Desa Wisata Silokek yang berjarak sekitar 133 km dari Kota Padang ini merupakan salah satu dari tiga desa wisata di Sumatra Barat yang masuk ke dalam kategori 50 besar Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Desa Wisata Silokek memiliki luas wilayah 1.918 hektare dan berada di ketinggian 150 mdpl hingga 200 mdpl dan dialiri beberapa sungai, seperti Batang Kuantan dan Batang Sangkiamo.

Desa Wisata Silokek juga memiliki Ngalau (Goa) Basurek yang merupakan goa yang terbentuk akibat pelarutan (hilangnya sebagian batu akibat air), sehingga membentuk ornamen-ornamen goa yang unik dan menarik dengan panjang sekitar 250 meter.

Tidak hanya keunikan dan keindahan goa saja, tetapi juga terdapat nilai sejarah yang tertinggal di masa penjajahan Belanda dan Jepang, juga menjadi saksi jalur perdagangan dan syiar agama Islam dari Selat Malaka ke Sumatra Barat.

Desa Wisata Silokek yang dilintasi oleh sungai-sungai dan dikelilingi oleh tebing kars ini menawarkan atraksi wisata minat khusus seperti arung jeram dan panjat tebing.

Bahkan, desa ini juga memiliki keanekaragaman potensi di subsektor kuliner, fesyen, dan kriya, seperti samba kacau, yaitu ikan patin yang dimasak menggunakan kuah kuning, rendang paku, songket unggan, kaos dengan gambar geopark, eco print, batik, dan gantungan kunci.

Sandiaga mengatakan, untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada pihaknya akan menggagas sejumlah event-event yang berkaitan dengan wisata minat khusus.

“Kalau saya melihat event skala nasional dan internasional yang bisa dilakukan adalah rafting, tapi juga ada festival-festival susur sungai yang bisa kita lakukan,” jelasnya.

Namun demikian, masih banyak hal yang harus dibenahi dalam upaya meningkatkan potensi wisata di Desa Wisata Silokek, seperti konektivitas yang kurang memadai dan infrastruktur yang masih perlu ditingkatkan.

Sandiaga menyebutkan, pertama jaringan, kedua infrastruktur yang akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), termasuk dari tingkat provinsi, kabupaten, dan pusat.

Hal ini mendapat sambutan positif dari Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir dengan harapan adanya pembenahan di kawasan Desa Wisata Silokek.

“Pembenahan ini bisa semakin memperkuat upaya Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk mengajukan Silokek menjadi kawasan UNESCO Global Geopark,” ungkapnya.

Benny menegaskan bahwa tengah dilakukan persiapan saat ini agar Geopark Silokek akan menuju UNESCO Global Geopark. Jadi, lanjutnya ini bentuk dukungan dari Kemenparekraf kepada Kabupaten Sijunjung untuk pemerintah daerah mempersiapkan diri.

Turut hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat Luhur Budianda, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Datar Hendri Agung Indrianto. I

Kirim Komentar

Bagikan Artikel