Aceh Travel Mart 2021; Promosi Pariwisata Indonesia Saat Pandemi Dimulai Dari Aceh

Bagikan Artikel

Pembukaan promosi pariwisata Indonesia tahun 2021 dimulai dari Provinsi Aceh, dengan Aceh Travel Mart (ATM) bertema “The Quantum Energy of Indonesia Tourism” yang digelar pada 21-23 Maret 2021.

Menurut Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya, memulai pemasaran pariwisata untuk tetap memperhatikan penekanan pada protokol kesehatan dan heart community untuk membangun kepercayaan.

“Pariwisata merupakan sektor potensial yang harus dikembangkan untuk kedepannya. Hal ini mendasari pemerintah untuk tetap fokus pada pengembangan pariwisata dan sektor pendukung lainnya, termasuk infrastruktur, aksesibilitas, kesehatan dan sanitasi, serta pemberlakuan bebas visa kunjungan wisata pada tahun 2015,” katanya pada ATM 2021 di Hermes palace Hotel, Banda Aceh, Senin (22/3/2021).

Pembukaan ATM 2021 dihadiri juga oleh Konsul Malaysia Tourism Promotion Board (MTPB) Wilayah Sumatra Hisyamuddin Mustafa, Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Aceh Jamaluddin beserta kepala-kepala dinas pariwisata di pemerintah daerah Aceh, dan para pelaku usaha pariwisata dari 17 provinsi di Indonesia.

Nia menjelaskan, pandemi Covid-19 telah berimbas pada penurunan perekonomian nasional, khususnya pada sektor pariwisata yang merupakan sektor yang paling terdampak dan memerlukan waktu yang cukup panjang untuk dapat pulih.

Pariwisata, dia menambahkan, merupakan aktivitas yang berbasis pada pergerakan. saat pergerakan dibatasi, maka akan melumpuhkan sektor pariwisata dan pendukung lainnya.
“Pandemi ini menghadapkan kita pada pilihan yang tidak mudah, antara langkah-langkah pencegahan dan pengendalian virus Covid-19, tapi disatu sisi juga diperlukan menjaga hangatnya mesin perekonomian nasional,” tutur Nia.

Sebagai langkah awal promosi pariwisata Indonesia, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menuturkan, semua pihak harus ice breaking agar sektor pariwisata bangkit kembali.

Untuk itu, lanjutnya, Pemerintah Daerah Provinsi Aceh sepanjang tahun 2021 meluncurkan 67 event yang terangkum dalam Calender of Event Aceh 2021 dengan tema Ragam Pesona Wisata Aceh di Era Pandemi.

Menurut Nova, sektor yang paling utama dan berat dalam menghadapi pandemi adalah pariwisata dan ekonomi kreatif. Untuk itu, Gubernur Aceh menjelaskan, protokol kesehatan yang ketat diterapkan.

“Melalui semangat branding “The Light of Aceh” diharapkan tidak hanya saat ATM, tapi seluruh kegiatan di Provinsi Aceh dapat terlaksana dengan baik, semoga Aceh menjadi titik kebangkitan ekonomi nasional,” papar Nova. I

Kirim Komentar

Bagikan Artikel